Entrepreneur

Entrepreneur

presentation1

Persoalan yang secara umum dialamai oleh freshgraduate adalah bingung menentukan kemana arah yang akan ditempuhnya setelah lulus. Kebanyakan dari mereka kemudian “mencari” pekerjaan dengan melamar di berbagai perusahaan. Beberapa ada yang diterima dan kebanyakan ditolak.

Indonesia, bahkan di dunia, masih membutuhkan entrepreneur. Kehadiran entrepreneur sangat penting bagi kemajuan suatu negara. Kita, para generasi muda, adalah harapan yang bertanggung jawab untuk memajukan negara. Namun saat ini, kebanyakan generasi muda memilih untuk mencari pekerjaan dan menjadi karyawan, bukan sebagai pencipta pekerjaan. Mengapa banyak generasi muda yang memilih untuk mencari pekerjaan dan menjadi karyawan? Bukan menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan kerjanya sendiri? Karena pendidikan di Indonesia tidak memfasilitasi para siswanya untuk berwirausaha. Sekolah hanya mengajarkan tentang teori tanpa melakukan praktek, padahal cara efektik untuk belajar adalah learning by doing, yaitu belajar dengan praktek. Selain itu, sistem sekolah di Indonesia juga menyamaratakan siswanya dengan memberikan pembelajaran yang seragam, padahal setiap anak memiliki kemampuan dan ketertarikan yang berbeda-beda.

Agama Islam telah menjelaskan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki ada di perdangangan atau niaga, atau saat ini namanya berkembang menjadi entrepreneur. Jika dihitung dengan matematika, 9 lebih besar dari 1, namun mengapa banyak orang yang memilih 1? Padahal pintu rezeki di entrepreneur lebih lebar. Bahkan Rasulullah sendiri telah mencontohkan menjadi entrepreneur.

Menjadi entrepreneur berarti belajar tentang hidup dan tentang diri sendiri. Belajar tentang diri sendiri artinya memahami tentang kemampuan diri, bagaimana meyakinkan diri sendiri bahwa kita bisa. Ketika kita mengatakan tidak bisa sebelum mengerjakan suatu tugas, kita sendirilah yang menjadikannya tidak bisa, padahal sebenarnya kita bisa mengerjakannya jika diusahakan.

Menjadi entrepreneur juga harus mengikuti proses. Menjadi sukses dan “berkecukupan” tidaklah instan dan membutuhkan waktu. Waktu yang dijalankan untuk mencapai kesuksesan inilah yang disebut proses. Waktu yang digunakan untuk belajar dari nol, merintis usaha, sampai nanti akhirnya SUKSES.

Ketika sukses dan menjadi kaya nanti, kita tidak boleh “serakah”, karena kekayaan di dunia ini hanyalah sementara. Karena itu semua dapat saja habis dalam sekali sapu jika Allah menghendaki. Jadi, perbanyaklah bersyukur. Tidak hanya ketika sudah kaya saja kita bersyukur, tapi saat ini dengan kondisi apapun, kita harus senantiasa bersyukur. Bersyukur atas apapun yang telah diberikan Allah; kesehatan, materi, keluarga, dan lain sebagainya.

Catatan: Ini adalah rangkuman dari Forum Mastermind di Jaringan Rumah Usaha bersama Mas iLik sAs, Mas Muhamy Akbar, dan Mbak Riyarni yang bertempat di Rumah Sasongko.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s